Beberapa tahun belakangan ini kata “bangunan minimalis” atau “disain minimalis” atau “arsitektur minimalis” atau “modern minimalis” dan embel-embel minimalis-minimalis lainnya akrab sekali dalam perbincangan arsitektur, bahkan ada juga arsitek yang meng”klaim” dirinya sebagai spesialis (modern) minimalis. Lalu banyak bangunan yang kemudian di beri label “minimalis” oleh pemilik atau arsiteknya. Bahkan developer-developer baik kecil maupun besar juga tidak ketinggalan mencantumkan promo bahwa cluster-nya memiliki disain (modern) minimalis.
Yang agak lucu (menurut saya) sebagian besar bangunan-bangunan atau disain yang di labeli “(modern) minimalis” sebenarnya tidak minimalis. Ada kecenderungan saat ini bahwa; kalau bangunan tersebut (asal) bergaris-garis, (asal) berwarna abu-abu, (asal) ada unsure kotaknya dan (asal-asal) lainnya maka itulah bangunan (modern) minimalis.
Menyedihkan memang karena ternyata sebagian besar arsitek tidak memahami betul mengenai konsep yang dikatakan minimalis, sehingga penyampaian ke klien yang notabene awam kemudian menjadi salah dan akhirnya mengakibatkan kekacauan. Sebagian besar bangunan-bangunan yang di labeli “(modern) minimalis “ itu jauh sekali dari kaidah yang disebut minimalis.
Minimalis seperti arti harafiahnya, berarti melakukan sebuah simplifikasi bahkan me-reduce elemen-elemen yang dirasa tidak perlu. Lebih kea rah fungsi dan kesederhanaan. Warna yang digunakan tidak banyak malah cenderung monochrome, tidak banyak jenis material yang digunakan,cenderung satu tone, bahkan jika ada beda jenis bahan, maka perbedaan hanya akan terlihat melalui texture, warna tetap sama. Hingga masuk sampai ke interior. Interior akan terkesan sepi dan dingin, tidak banyak elemen yang di pajang. Saya tidak akan mungkin memberikan uraian panjang lebar mengenai teori minimalis, namun hanya berusaha memberikan kritik dan info sedikit mengenai konsep ini sehingga kita tidak akan salah dalam men-justifikasi ataupun menilai suatu bangunan. Mungkin akan lebih mudah bagi kita untuk melihat secara nyata seperti apakah bangunan minimalis itu? Untuk kasus Indonesia silahkan anda merujuk ke bangunan-bangunan karya arsitek Anthony Liu dan Ferry Ridwan pada tahun-tahun sebelum 2006. Itu adalah contoh bangunan minimalis yang menurut saya minimalis betulan.
Satu lagi yang lucu menurut saya, kata minimalis ini kemudian malah di kawinkan dengam berbagai macam model konsep lagi, contoh yang paling sering adalah; “modern minimalis”. Menurut sejarahnya minimalis termasuk dalam gerakan modernisasi, minimalis sendiri sudah pasti bentukan modern, lalu apanya lagi yang di modern-kan? Lalu baru-baru ini saya melihat di salah satu media ada yang meng-klaim rumahnya bergaya “pop-art minimalis”. Pop art berjalan dan memiliki konsepnya sendiri yang saya rasa bertolak belakang dengan konsep minimalis, lalu apanya yang minilais dari sebuah pop-art? Dan banyak lagi yang lainnya.
Akhirnya yang mengganggu sekali buat saya adalah seringkali ketika saya mempresentasikan portfolio saya ke calon klien, dengan antusias mereka mengatakan” wah bangunan anda minimalis ya” hanya karena pada bangunan tersebut terlihat ada batu alam atau texture dll, yang menurut mereka adalah minimalis, akhirnya dengan mati-matian dan susah payah saya meyakinkan mereka saya bukan arsitek yang mendalami minimalis saya punya konsep sendiri yang selalu saya kaitkan dengan kondis tropis…
Terima kasih
Yang agak lucu (menurut saya) sebagian besar bangunan-bangunan atau disain yang di labeli “(modern) minimalis” sebenarnya tidak minimalis. Ada kecenderungan saat ini bahwa; kalau bangunan tersebut (asal) bergaris-garis, (asal) berwarna abu-abu, (asal) ada unsure kotaknya dan (asal-asal) lainnya maka itulah bangunan (modern) minimalis.
Menyedihkan memang karena ternyata sebagian besar arsitek tidak memahami betul mengenai konsep yang dikatakan minimalis, sehingga penyampaian ke klien yang notabene awam kemudian menjadi salah dan akhirnya mengakibatkan kekacauan. Sebagian besar bangunan-bangunan yang di labeli “(modern) minimalis “ itu jauh sekali dari kaidah yang disebut minimalis.
Minimalis seperti arti harafiahnya, berarti melakukan sebuah simplifikasi bahkan me-reduce elemen-elemen yang dirasa tidak perlu. Lebih kea rah fungsi dan kesederhanaan. Warna yang digunakan tidak banyak malah cenderung monochrome, tidak banyak jenis material yang digunakan,cenderung satu tone, bahkan jika ada beda jenis bahan, maka perbedaan hanya akan terlihat melalui texture, warna tetap sama. Hingga masuk sampai ke interior. Interior akan terkesan sepi dan dingin, tidak banyak elemen yang di pajang. Saya tidak akan mungkin memberikan uraian panjang lebar mengenai teori minimalis, namun hanya berusaha memberikan kritik dan info sedikit mengenai konsep ini sehingga kita tidak akan salah dalam men-justifikasi ataupun menilai suatu bangunan. Mungkin akan lebih mudah bagi kita untuk melihat secara nyata seperti apakah bangunan minimalis itu? Untuk kasus Indonesia silahkan anda merujuk ke bangunan-bangunan karya arsitek Anthony Liu dan Ferry Ridwan pada tahun-tahun sebelum 2006. Itu adalah contoh bangunan minimalis yang menurut saya minimalis betulan.
Satu lagi yang lucu menurut saya, kata minimalis ini kemudian malah di kawinkan dengam berbagai macam model konsep lagi, contoh yang paling sering adalah; “modern minimalis”. Menurut sejarahnya minimalis termasuk dalam gerakan modernisasi, minimalis sendiri sudah pasti bentukan modern, lalu apanya lagi yang di modern-kan? Lalu baru-baru ini saya melihat di salah satu media ada yang meng-klaim rumahnya bergaya “pop-art minimalis”. Pop art berjalan dan memiliki konsepnya sendiri yang saya rasa bertolak belakang dengan konsep minimalis, lalu apanya yang minilais dari sebuah pop-art? Dan banyak lagi yang lainnya.
Akhirnya yang mengganggu sekali buat saya adalah seringkali ketika saya mempresentasikan portfolio saya ke calon klien, dengan antusias mereka mengatakan” wah bangunan anda minimalis ya” hanya karena pada bangunan tersebut terlihat ada batu alam atau texture dll, yang menurut mereka adalah minimalis, akhirnya dengan mati-matian dan susah payah saya meyakinkan mereka saya bukan arsitek yang mendalami minimalis saya punya konsep sendiri yang selalu saya kaitkan dengan kondis tropis…
Terima kasih

