Jumat, 30 Mei 2008

"(modern) minimalis"


Beberapa tahun belakangan ini kata “bangunan minimalis” atau “disain minimalis” atau “arsitektur minimalis” atau “modern minimalis” dan embel-embel minimalis-minimalis lainnya akrab sekali dalam perbincangan arsitektur, bahkan ada juga arsitek yang meng”klaim” dirinya sebagai spesialis (modern) minimalis. Lalu banyak bangunan yang kemudian di beri label “minimalis” oleh pemilik atau arsiteknya. Bahkan developer-developer baik kecil maupun besar juga tidak ketinggalan mencantumkan promo bahwa cluster-nya memiliki disain (modern) minimalis.
Yang agak lucu (menurut saya) sebagian besar bangunan-bangunan atau disain yang di labeli “(modern) minimalis” sebenarnya tidak minimalis. Ada kecenderungan saat ini bahwa; kalau bangunan tersebut (asal) bergaris-garis, (asal) berwarna abu-abu, (asal) ada unsure kotaknya dan (asal-asal) lainnya maka itulah bangunan (modern) minimalis.
Menyedihkan memang karena ternyata sebagian besar arsitek tidak memahami betul mengenai konsep yang dikatakan minimalis, sehingga penyampaian ke klien yang notabene awam kemudian menjadi salah dan akhirnya mengakibatkan kekacauan. Sebagian besar bangunan-bangunan yang di labeli “(modern) minimalis “ itu jauh sekali dari kaidah yang disebut minimalis.
Minimalis seperti arti harafiahnya, berarti melakukan sebuah simplifikasi bahkan me-reduce elemen-elemen yang dirasa tidak perlu. Lebih kea rah fungsi dan kesederhanaan. Warna yang digunakan tidak banyak malah cenderung monochrome, tidak banyak jenis material yang digunakan,cenderung satu tone, bahkan jika ada beda jenis bahan, maka perbedaan hanya akan terlihat melalui texture, warna tetap sama. Hingga masuk sampai ke interior. Interior akan terkesan sepi dan dingin, tidak banyak elemen yang di pajang. Saya tidak akan mungkin memberikan uraian panjang lebar mengenai teori minimalis, namun hanya berusaha memberikan kritik dan info sedikit mengenai konsep ini sehingga kita tidak akan salah dalam men-justifikasi ataupun menilai suatu bangunan. Mungkin akan lebih mudah bagi kita untuk melihat secara nyata seperti apakah bangunan minimalis itu? Untuk kasus Indonesia silahkan anda merujuk ke bangunan-bangunan karya arsitek Anthony Liu dan Ferry Ridwan pada tahun-tahun sebelum 2006. Itu adalah contoh bangunan minimalis yang menurut saya minimalis betulan.
Satu lagi yang lucu menurut saya, kata minimalis ini kemudian malah di kawinkan dengam berbagai macam model konsep lagi, contoh yang paling sering adalah; “modern minimalis”. Menurut sejarahnya minimalis termasuk dalam gerakan modernisasi, minimalis sendiri sudah pasti bentukan modern, lalu apanya lagi yang di modern-kan? Lalu baru-baru ini saya melihat di salah satu media ada yang meng-klaim rumahnya bergaya “pop-art minimalis”. Pop art berjalan dan memiliki konsepnya sendiri yang saya rasa bertolak belakang dengan konsep minimalis, lalu apanya yang minilais dari sebuah pop-art? Dan banyak lagi yang lainnya.
Akhirnya yang mengganggu sekali buat saya adalah seringkali ketika saya mempresentasikan portfolio saya ke calon klien, dengan antusias mereka mengatakan” wah bangunan anda minimalis ya” hanya karena pada bangunan tersebut terlihat ada batu alam atau texture dll, yang menurut mereka adalah minimalis, akhirnya dengan mati-matian dan susah payah saya meyakinkan mereka saya bukan arsitek yang mendalami minimalis saya punya konsep sendiri yang selalu saya kaitkan dengan kondis tropis…
Terima kasih

Kamis, 29 Mei 2008

jasa arsitek





blog ini ditujukan untuk mempermudah bagi mereka yang ingin menggunakan jasa arsitek, mulai dari mencari informasi mengenai jasa, portfolio hingga fee disain. calon klien dapat lebih dulu mempelajari tentang cara dan hubungan kerja serta portfolio kami.


blog ini juga dapat menjadi forum diskusi atau konsultasi gratis bagi mereka yang ingin berkonsultasi seputar permasalahan rumah, lingkungan atau arsitektur. kami akan melayani setiap pertanyaan anda secara professional.


kepada klien kami, blog ini juga dapat menjadi sarana komunikasi seputar jalannya proyek.


karena ini pertama kalinya kami membuka diri kepada publik, sedikit kami perkenalkan mengenai konsultan rwm-architect(design studio)


rwm adalah singkatan dari reza w. martunus, didirikan tahun 2002, oleh reza w. martunus & cynthia d. saraswati. proyek yang telah ditangani beragam mulai dari rumah tinggal, bangunan komersil, interior dan landscape serta sayembara. proyek yang kami tangani juga tersebar di berbagai daerah di jabodetabek, jawa & bali.


reza w. martunus sendiri pernah mendapatkan penghargaan IAI award tahun 2002 untuk proyek masjid Nurul Huda di Tomang-Jakarta Barat, bersama PT. Lumintu Reka Bangun Griya untuk kategori bangunan peribadatan, melalui konsep mendobrak kebiasaan lama tentang masjid. Masjid ini juga sempat di nominasikan ke ARCASIA Award 2003 dan Aga Khan Award 2004. Kami juga sempat menjadi honourable mentioned pada sayembara JPO & Halte Busway 2002. sejauh ini beberapa proyek kami juga sempat di publikasikan oleh Majalah Idea. Juga menjadi narasumber pada beberapa media.


Mohon di maklumi kami jika ada kekurangan informasi dalam blog ini, karena kami sedang dalam proses mengumpulkan materi dan membangun blog ini. Jika anda berminat untuk mengetahui lebih jauh mengenai kami silahkan menghubungi kontak kami dibawah halaman blog ini.


terima kasih


reza & tya


ps. silahkan tulis kontak anda baik telephone maupun e-mail jika ingin kami hubungi.